iphone hacken mit nachricht handy orten mobiele telefoon camera hacken app für handy überwachung whatsapp handy kontrolle whatsapp ausspionieren mit imei whatsapp spy kostenlos ios spiele samsung s4 mini nokia handy orten ohne sim spionage app iphone standort ausspionieren program spion android gratuit whatsapp nachrichten im netzwerk mitlesen iphone 7 Plus speichert orte handyortung sofort spionage iphone handy via telefonnummer orten samsung apps handy gps sms online lesen drei iphone 6 laten maken eindhoven handy spiele gratis spielen handy spionage app handy überwachung handy spionage iphone 8 handy überwachungsprogramm zwei haken bei whatsapp aber nicht blau handy orten ohne internet iphone handy spiele handy orten gsm iphone 6s hacken handy spionieren ohne installation app whatsapp whatsapp ausspionieren lassen günstige spy whatsapp mitlesen ohne zugriff auf zielhandy handycafe software handy paint software recuperare sms cancellati da iphone 7 Plus service de localisation iphone 6s Plus handy findet airprint drucker nicht

Desa Gebang Kecamatan Bonang memang berada di wilayah pesisir. Melihat posisinya yang demikian, orang tentu membayangkan desa ini pastilah kaya akan potensi perikanan. Namun siapa sangka, desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan ini justru unggul di potensi seni budaya. Di Kabupaten Demak, Gebang merupakan salah satu desa yang mashur sebagai pusat kesenian barong.

Setidaknya terdapat tiga sanggar seni barong yang masih eksis hingga sekarang, meliputi Sanggar Kademangan, Kusumo Joyo dan Putro Turonggo Samudro. Tiga sanggar yang ada itu mampu menyerap sekitar 3.00 pemuda desa untuk aktif sebagai pelaku kesenian.

Sanggar Kademangan, saat ini dipimpin Slamet Hadi Subeno. Sedangkan Kusumo Joyo dipimpin Hartono, dan Putro Turonggo Samudro dipimpin Zubaidi. Ketiga sanggar tersebut rata-rata pernah malang melintang di ajang pentas bertaraf nasional. Bahkan, Sanggar Barong Kademangan pernah menjadi duta Jawa Tengah untuk menggelar pentas di Malaysia dan Singapura. “Di Indonesia, banyak kota yang telah kami singgahi untuk menggelar pentas. Di antaranya Bandung, Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Magelang, Palembang dan masih banyak lagi. Lakon yang kami mainkan merupakan pakem asli Demak,” ungkap Slamet Hadi Subeno, pimpinan sanggar Kademangan.

Dia menjelaskan, kesenian barong Demak memang memiliki ke-khas-an tersendiri. Selain dari pakem ceritanya, yang membedakan barong Demak dengan lainnya nampak dari pakaian yang dikenakan. “Barong Demak menceritakan kaum ulama pada saat membuka hutan Glagah Wangi. Ceritanya, kaum ulama memperoleh perlawanan dari siluman penghuni hutan. Namun akhirnya, siluman itu berhasil dikalahkan dan justru mau diajak bersatu untuk menjadikan hutan sebagai cikal bakal Kerajaan Demak Bintoro,” terang Slamet.

Sedangkan dari segi pakaian, lanjut dia, barong Demak lebih menonjolkan unsur batik khas pesisiran. Motif batik pesisiran khas Demak yang biasa dipakai para pemain barong meliputi ulam segaran, semangka tegalan dan tiga rangsik. Semua motif itu rata-rata memiliki warna cerah mencolok.

Disampaikan pula, awal didirikan oleh Puji Atmoko pada tahun 1986, sanggar Kademangan hanya beranggotakan 20 orang. Seiring perkembangan waktu, anggotanya terus bertambah hingga kini mencapai 100 orang lebih. Sebagian besar anggota juga berprofesi sebagai nelayan. “Anggota sebanyak itu masing-masing memiliki peran yang berlainan. Ada yang sebagai penari kuda kepang, pemain barong, pengrawit, penari butonan dan narator,” ungkapnya.

Latihan & Atraksi

Sanggar barong Kademangan memang paling laku alias selalu padat tanggapan. Maklum, penampilan mereka kompak nan atraktif. Atraksi yang mereka tampilkan pun tidak monoton. “Agar bisa kompak di setiap pentas, kami latihan rutin minimal tiga kali dalam seminggu. Setiap Jumat dan Sabtu, kami latihan di sanggar Greget Semarang,” kata Slamet.

Karena kompak itupula, tanggapan ke Kademangan selalu mengalir. Tanggapan biasanya datang dari orang yang punya kerja, seperti khitanan, pernikahan dan acara penyambutan pejabat. Nilai tanggapan berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 4,5 juta, tergantung jauh dekatnya lokasi pentas. “Setiap Bulan Besar tanggapan yang masuk sangat banyak. Setiap hari kami main. Bahkan terkadang, siang main, malam main lagi,” katanya.

Sementara itu, Hartono, pimpinan Sanggar Kusumo Joyo menambahkan, dalam setiap pentas para pemain barong selalu dituntut menampilkan berbagai atraksi. Di antaranya makan beling, silet dan jarum, serta pukul kepala dengan bata dan potong lidah. “Semua atraksi itu sama sekali tidak mengandung unsur magis. Itu semua berkat latihan dan sedikit menggunakan trik khusus,” tutur Hartono.

Dia juga menyampaikan, untuk menunjang pementasan diperlukan seragam dan sarana pokok yang memadai. Dalam hal ini, seluruh anggota group dilibatkan dalam pembuatan sarana tersebut. “Seragam, kuda kepang dan barongan kami buat sendiri. Untuk per stel seragam menghabiskan dana sekitar Rp 200 ribu. Sedangkan dua barongan habis Rp 10 juta. Kuda kepang, satunya habis Rp 100 ribu. Jika semuanya pesan pasti harganya jauh lebih mahal. Makanya kami buat sendiri,” ungkapnya.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/

Follow Us

Latest News

Most Read

  • Week

  • Month

  • All